Sindroma Premenstruasi (PMS) | jamu hembing

Sindroma Premenstruasi (PMS)

March 19th, 2012 0 Comments

Apa itu Sindroma Premenstruasi?

Dalam masa reproduksi, sekitar 80-90% wanita yang mengalami menstruasi mendapatkan gejala
seperti nyeri payudara, kembung, jerawat, dan sembelit yang menandakan awal terjadinya menstruasi,
hal ini disebut molimina. Perbedaan antara molimina dengan sindroma premenstruasi tergantung
kepada waktu dan keparahannya. Sindroma premenstruasi adalah gejala yang merupakan kombinasi
dari fisikal distress, psikologikal, dan atau perubahan tingkah laku dimana gejala tersebut sangat parah
sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Beberapa Penyebab Sindroma Premenstruasi

Beberapa penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan antara hormon estrogen dengan sindroma
premenstruasi. Gejala sindroma premenstruasi terjadi ketika terdapat penurunan kadar hormon
estrogen, yaitu setelah terjadinya ovulasi (matang dan keluarnya sel telur dari indung telur). Pada
penelitian didapatkan bahwa kondisi hipoestrogen (kurangnya hormon estrogen) pada wanita
menopause dapat menyebabkan suatu kondisi depresi. Wanita dengan sindroma premenstruasi
memperlihatkan gejala hot flashes (perasaan hangat di seluruh tubuh yang terutama terasa pada dada
dan kepala) saat premenstruasi maupun ketika kondisi menstruasi yang sebenarnya merupakan gejala
yang tipikal terjadi pada wanita menopause.

Tanda2 dan gejala Sindroma Premenstruasi

Tipikal seorang wanita yang mengalami sindroma premenstruasi pada umumnya mendeskripsikan
dirinya sebagai pribadi yang stabil, produktif dalam bekerja maupun aktivitas lain, dan bila ia memiliki
anak, ia adalah seorang ibu yang baik. Meskipun seperti itu, dimulai pada hari ke 7-10 menuju awal
periode menstruasinya, wanita tersebut sering terbangun di pagi hari dengan perasaan marah, cemas,
atau sedih. Pada saat bekerja, wanita ini sulit berkonsentrasi dan suka bereaksi berlebihan terhadap
segala hal di sekitarnya. Dia merasa depresi dan sakit kepala, namun ia tidak mengerti apa alasannya
karena biasanya dia menikmati hidupnya dan bahagia.
Jenis dan beratnya gejala bervariasi pada setiap wanita dan bervariasi pada setiap bulan.
Wanita yang menderita epilepsi mungkin akan lebih sering mengalami kejang. Wanita yang menderita penyakit jaringan ikat (misalnya lupus atau artritis rematoid) bisa mengalami kekambuhan.

 

 

 

Gejala-gejala yang mungkin ditemukan adalah:

1. Perubahan fisik
– Sakit punggung
– Perut kembung
– Payudara terasa penuh dan nyeri
– Perubahan nafsu makan
– Sembelit
– Pusing
– Pingsan
– Sakit kepala
– Daerah panggul terasa berat atau tertekan
– Hot flashes (kulit wajah, leher, dada tampak merah dan teraba hangat)
– Susah tidur
– Tidak bertenaga
– Mual dan muntah
– Kelelahan yang luar biasa
– Kelainan kulit (misalnya jerawat dan neurodermatitis)
– Pembengkakan jaringan atau nyeri persendian
– Penambahan berat badan
2. Perubahan suasana hati
– Mudah marah
– Cemas
– Depresi
– Mudah tersinggung
– Gelisah
– Sebentar sedih, sebentar gembira
3.Perubahan mental
– Kalut
– Sulit berkonsentrasi
– Pelupa.

Makanan pantangan dan makanan yang di anjurkan

1. Menikmati makanan tinggi kalsium
Dalam sebuah penelitian dikemukakan bahwa, “wanita dengan asupan tinggi kalsium dan vitamin D memiliki kemungkinan yang lebih rendah untuk mengalami gejala PMS yang berat. Dengan 3 porsi makanan yang kaya kalsium dalam sehari, seperti susu rendah lemak, keju, yoghurt, jus jeruk dengan fortifikasi, atau susu kedelai dapat meringankan gejala PMS. Jika mengalami kesulitan untuk mendapatkan cukup vitamin D dari makanan sehari-hari, banyak suplemen kalsium yang juga mengandung vitamin D. Adapun mengapa kalsium dapat meringankan PMS, karena kalsium bekerja di otak untuk meredakan gejala depresi atau kecemasan, dan vitamin D juga dapat mempengaruhi perubahan emosional,” kata Prof. Johnson.

2. Jangan melewatkan jadwal makan
“Perubahan hormon karena PMS dapat menyebabkan efek domino pada nafsu makan,” kata Elizabeth Somer, seorang ahli diet dan penulis buku Eat Your Way to Happiness. Agar tidak sampai merasa terlalu lapar, maka sebaiknya makan makanan biasa dan makanan ringan sepanjang hari. Jika merasa sedang memiliki mood yang buruk akibat PMS, dengan melewatkan jadwal makan hanya akan membuat lebih mudah marah karena kadar gula darah menurun.

3. Mengonsumsi makanan yang kaya protein, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian
Diet sehat setiap hari, meskipun tidak sedang PMS adalah pendekatan yang lebih baik untuk meringankan gejala PMS. Sebuah penelitian juga telah menunjukkan bahwa, wanita yang mengonsumsi makanan yang tinggi tiamin (vitamin B1) dan riboflavin (vitamin B2) memiliki risiko yang signifikan lebih rendah dari keparahan gejala PMS. Hal tersebut akan bermanfaat bagi perempuan yang mendapatkan asupan vitamin B dari makanan, bukan dari suplemen.

4. Jangan mengonsumsi makanan yang mengandung terlalu banyak gula
Gula dapat menjadi penyebab perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron, dan juga dapat menurunkan kadar bahan kimia serotonin dalam otak. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi suasana hati seseorang dan memicu gejala PMS. Bahkan penelitian telah menunjukkan bahwa, beberapa wanita yang sedang PMS sebaiknya mengonsumsi 200-500 kalori tambahan per hari. Jumlah tambahan asupan tersebut dapat berasal dari biji-bijian. Daripada mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gula dan dapat menurunkan kadar serotonin.

5. Mengurangi asupan garam & berkolesterol tinggi.
Karena hampir segala makanan mengandung garam sehingga hampir mustahil untuk menghindari natrium sama sekali. “Tetapi mengurangi asupan garam dapat mengurangi kembung dan retensi air tidak nyaman dari PMS,” kata Somer.

6. Mempertimbangkan penggunaan suplemen
Selain makan makanan sehat, mengobati gejala PMS juga dapat dengan kombinasi olahraga, pengurangan stres, dan beberapa suplemen. Sebaiknya setiap hari mengonsumsi multivitamin, antara lain:
a. 100 mg vitamin B6 per hari
b. 600 mg kalsium karbonat dengan vitamin D setiap hari
c. 400 mg magnesium oksidaMengonsumsi vitamin B6 dan magnesium saat PMS mungkin dapat memperbaiki perubahan mood, dan magnesium dapat mengurangi retensi air. Seperti biasa, beritahu dokter mengenai suplemen yang dikonsumsi untuk menghindari interaksi obat yang mungkin terjadi.

7. Melakukan gaya hidup yang sehat
Ada beberapa bukti bahwa mempertahankan berat badan yang sehat dapat membantu mencegah PMS, dan bahwa wanita yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas lebih cenderung mengalami gejala PMS yang parah. Melakukan beberapa latihan fisik dapat membantu menjaga ukuran pinggang dan juga dapat merupakan suatu kegiatan untuk melepaskan stres. “Stres memainkan peran besar dalam intensitas gejala PMS,” kata Kolp. Sehingga mengurangi gejala PMS dapat dengan kegiatan yang membuat pikiran rileks, seperti berolahraga, atau melakukan yoga.
Merasa lelah juga merupakan gejala lain dari PMS, sehingga saat PMS mungkin membutuhkan lebih banyak tidur dibanding biasanya. Sebuah penelitian juga telah menunjukkan bahwa merokok, terutama pada remaja, dapat meningkatkan risiko untuk mengalami gejala PMS yang parah.

 

 

 

 

 

 

 

sumber:http://adulgopar.files.wordpress.com

http://www.susukolostrum.com

 

Sign up Free Email Newsletter

Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates, Enter your Email here:

Don't forget to confirm your email subcription

   

No Comment to “Sindroma Premenstruasi (PMS)”

  1. Comments are closed.

Kontak Kami:

 

T-Sel : 081372870086

XL : 087848145600

WA : 081372870086

Bbm : 7DD7EF1A

Caranya Transfer Ke:

BCA: 8930356019

BNI: 0618520203

BRI: 6790012349530

MANDIRI:1800001211392

NAMA: ASEP KUSWANDI

MANDIRI:1390010125510

NAMA: AWAN UKAYA